Mikroba penyebab Radang Panggul
Mikroba penyebab Radang Panggul
PID adalah infeksi polimikrobial. Gonore dan klamidia adalah patogen yang paling sering ditemukan, namun bermacam bakteria dan virus lain juga dapat ditemukan dari tuba wanita penderita PID.
NEISSERIA GONORRHOEAE
Neisseria gonorrhoeae adalah diplokokus gram negatif yang artinya saat sampel diamati di mikroskop akan memberikan gambaran organisme sepasang bentuk-ginjal berwarna merah, paling banyak berada di antara sel polimorfonuklear. Gonore menyebabkan sekitar 5% PID di Inggris.
Neisseria gonorrhoeae awalnya menginfeksi serviks namun bergerak ke atas ke traktuss genital bagian atas pada 10-20% kasus yang tidak diobati. Sekitar setengah wanita dengan gonore akan asimtomatik, namun ketika gejala timbul cairan yang keluar dari vagina cenderung kental dan purulen. Meskipun mendapatkan gonore dari hapusan serviks menunjang diagnosis PID, tidak didapatkannya gonore di traktus genital bagian bawah tidak dapat menyingkirkan kemungkinan infeksi di tuba fallopi atau di ovarium.
CHLAMYDIA TRACHOMATIS
Chlamydia trachomatis adalah bakteria yang tidak lazim karena membutuhkan sel host untuk dapat bertumbuh (disebut juga organisme intraselular obligat), beberapa sifatnya mirip dengan virus. Untuk mendeteksi organisme ini, spesimen yang diambil harus mengandung sel dan harus diperoleh dengan mengusap lembut endoserviks dengan menggunakan swab. Penggunaan nucleic acid amplification tests (NAAT, tes amplifikasi asam nukleat) yang sensitif juga memungkinkan penggunaan sampel lain yang lebih mudah diakses untuk mendeteksi klamidia, misalnya hapusan vulva (yang dapat dilakukan sendiri oleh pasien setelah diajarkan caranya) atau melalui urin pertama. Mikroskop cahaya tidak berguna karena Chlamydia trachomatis terlalu kecil untuk dapat dilihat.
Klamidia, seperti gonore, awalnya menginfeksi serviks dan kadang juga menginfeksi uretra. Klamidia merupakan penyebab PID yang paling sering diidentifikasi di Inggris (sekitar 30% dari total kasus) dan menyebabkan lebih banyak infeksi kronis derajat ringan dibandingkan gonore. Lebih dari dua pertiga wanita dengan infeksi klamidia adalah asimtomatis.
MYCOPLASMA GENITALIUM
Bukti peranan Mycoplasma genitalium dalam menyebabkan PID semakin banyak. Bakteri ini telah diisolasi dari serviks, endometrium dan, pada kasus tunggal, dari tuba fallopi wanita penderita PID. Infertilitas dengan faktor tuba dikaitkan erat dengan infeksi sebelumnya oleh M. genitalium dan inokulasi traktus genital bagian bawah menyebabkan PID pada monyet betina. Sayangnya belum ada tes rutin yang terpercaya untuk M. genitalium.
BAKTERI ANAEROB
Bakteri anaerob berperan penting pada wanita dengan PID berat, dan kadang dapat diisolasi dari abses tubo-ovarian. Peranannya pada PID ringan hingga sedang belum jelas. Bacteroides fragilis, peptostreptococci dan peptococci dapat diisolasi dari traktus genital wanita dengan PID dan produksi mucinase dan sialidase oleh bakteri anaerob dapat memecah mukosa sevikal, sehingga membuka jalan untuk bakteri lain dapat naik ke traktus genital bagian atas.
ACTINOMYCES
Actinomyces israeli kadang-kadang terdeteksi pada wanita yang terpasang kontrasepsi AKDR. Jika tidak terdapat gejala pelepasan cairan dari vagina (vaginal discharge), perdarahan diluar siklus haid, atau nyeri pelvis, maka wanita tersebut harus diberi tahu bahwa tidak diperlukan perawatan maupun pencabutan AKDR, namun harus diperiksa lagi dalam waktu 6 bulan atau lebih cepat jika timbul gejala diatas. Jika gejala itu timbul maka diindikasikan untuk pengobatan selama setidaknya 2 minggu menggunakan antibiotik makrolid, penisilin, atau tetrasiklin, serta AKDR harus dilepas.
MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS
PID tuberkulosa terbatas pada pasien dari negara berkembang. Infeksi pelvis biasanya timbul sekunder melalui penyebaran hematogen dari luar genital, namun kadang Mycobacterium tuberculosis dapat ditularkan secara seksual. Biasanya sulit mendeteksi organisme ini di traktus genital bagian bawah dan sampelnya harus diambil dengan kuretase uterus atau dari tuba fallopi hasil laparoskopi untuk kemudian dikirim untuk pemeriksaan kultur atau tes asam nukleat. Pengobatan anti tuberkulosis standar dengan isoniasid, rifampisin, etambutol, dan pirazinamid cukup efektif, namun intervensi bedah mungkin diperlukan untuk penyakit yang ekstensif.
VIRUS
Sejumlah virus telah diisolasi dari traktus genital bagian atas pada wanita dengan PID, namun peranannya pada patogenesis masih belum jelas.
(yosephsamodra/pecahan dari order terjemahan)
Tags: ginekologi, kesehatan, mikroba, mikrobiologi, PID, terjemahan
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.