Hubungan kolesterol dengan stroke
Hubungan kolesterol dengan stroke
by Yoseph Leonardo Samodra
Kolesterol merupakan substansi lemak, yang secara normal dibentuk di dalam tubuh. Kolesterol dibentuk di hati dari lemak makanan. Kolesterol memainkan banyak peran penting dalam fungsi sel tubuh (antara lain produksi hormon). Kolesterol darah dapat dibagi menjadi 2 bagian utama: kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol jahat dan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol baik. LDL membawa kolesterol dari hati ke sel, dan HDL berperan membawa kolesterol dari sel ke hati.
Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan memicu penimbunan kolesterol di sel, yang menyebabkan munculnya atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri) dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah. Lipoprotein-a diperkirakan berperan pada atherogenesis dengan mentranspor molekul LDL dan mempengaruhi proliferasi sel otot polos vaskular, menghambat fibrinolisis, dan mempengaruhi fungsi platelet. Hal ini dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah (misalnya: penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pembuluh darah tepi). HDL dapat mengangkut kolesterol dari jaringan tepi, termasuk plak atherosklerotik, untuk diedarkan kembali atau dibuang dalam bentuk asam empedu, proses tersebut disebut reverse cholesterol transport.
Kolesterol merupakan faktor risiko stroke yang secara konsisten dilaporkan dari berbagai hasil penelitian. Kolesterol LDL yang tinggi, kolesterol HDL yang rendah, dan rasio kolesterol LDL dan HDL yang tinggi dihubungkan dengan
peningkatan risiko terkena stroke.
Komponen Lipid Batasan (mg/dl) + Klasifikasi
Kolesterol Total
< 200 Yang diinginkan
200 – 239 Batas tinggi
> 240 Tinggi
Kolesterol LDL
< 100 Optimal
100 – 129 Mendekati optimal
130 – 159 Batas tinggi
160 – 189 Tinggi
> 190 Sangat tinggi
Kolesterol HDL
< 40 Rendah
> 60 Tinggi
Trigliserida
< 150 Normal
150 – 199 Batas tinggi
200 – 499 Tinggi
> 500 Sangat tinggi
Hubungan antara kolesterol dan stroke tergambarkan pula dalam berbagai penelitian terapi kolesterol. Memperbaiki profil lipid ke dalam rentang normal berkaitan dengan stabilisasi plak atherosklerotik di arteri karotid dan aorta, dua sumber utama emboli cerebrovaskular. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan plak atherosklerosis tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kadar LDL, namun juga rendahnya HDL dan hipertrigliseridemia.Keberhasilan terapi penurunan kadar kolesterol darah akan menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung sebesar 60%. Penurunan kadar koleserol darah akan menghambat proses atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri). Perkembangan atherosclerosis dapat dihambat pada sebagian besar pasien yang menjalani terapi selama 2 tahun. Kadar kolesterol darah yang tidak terkendali akan meningkatkan risiko stroke. Pasien berusia 40 tahun-an yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi akan memiliki risiko sebesar 52% untuk mengalami serangan jantung dan stroke pada usia diatas 50 tahun
Sumber:
Bethesda Stroke Center. Kolesterol dan Stroke. Available at http://www.strokebethesda.com
Rizos E, Mikhailidis D. Are high density lipoprotein (HDL) and triglyceride levels relevant in stroke prevention? Cardiovascular Research. 2001;52;199-207.
Dislipidemia Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner & Stroke. Available at http://erwinsasmita.wordpress.com/2007/05/25/dislipidemia-meningkatkan-risiko-penyakit-jantung-koroner-stroke-2/
Tags: HDL, jantung, kesehatan, kolesterol, LDL, stroke, trigliserida
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
Juli 28, 2009 at 12:56 am
pertamaX juragan!!
Agustus 6, 2009 at 5:52 pm
keduax hehehe
November 4, 2009 at 1:24 am
[...] dan Geriatri: Stroke Kolesterol Stroke Asam Urat Anemia Manula Epilepsi 1 Epilepsi 2 Yodium dan Otak Sistem Sensori Psikogeriatri [...]